Semarang, 7 April 2026 – Voca Migrant Corner (VMC) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses karir global bagi mahasiswa vokasi melalui kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang, Techno Smile Co., Ltd. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini berupa rapat koordinasi bersama antara Sekolah Vokasi UNDIP, Techno Smile Co., Ltd., serta perwakilan mitra industri Jepang sebagai bagian dari pematangan program magang internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Sekolah Vokasi UNDIP diwakili oleh Dekan Sekolah Vokasi, didampingi oleh Koordinator Voca Migrant Corner (VMC), Riandhita Eri Werdani, serta sejumlah Ketua Program Studi yang memiliki potensi keterlibatan dalam program ini, yaitu Rekayasa Perancangan Mekanik, Teknologi Rekayasa Industri, Teknik Rekayasa Otomasi, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, serta Manajemen dan Administrasi Logistik. Sementara itu, dari pihak Jepang hadir perwakilan Techno Smile dan mitra industri, yaitu Naoki Nonoyama, Kajikuri, dan Yui Matsumoto, yang memberikan penjelasan langsung mengenai kebutuhan industri dan skema pelaksanaan program magang di Jepang.
Program magang ini direncanakan akan dilaksanakan di perusahaan manufaktur otomotif H-One Co., Ltd., yang berlokasi di Bungotakada, Prefektur Oita, Pulau Kyushu, Jepang. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen komponen penting rangka kendaraan yang digunakan oleh industri otomotif besar seperti Daihatsu. Dalam program ini, mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai bidang pekerjaan, antara lain pengelasan (welding), assembling, serta inspeksi kualitas, yang seluruhnya menuntut ketelitian tinggi, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang ketat.
Sebagai bagian dari persiapan, mahasiswa yang terpilih akan mengikuti pelatihan intensif sebelum keberangkatan. Pelatihan tersebut mencakup dua tahap utama, yaitu pelatihan onboarding industri yang berfokus pada keselamatan kerja sebagai prioritas utama, penguatan keterampilan teknis dasar khususnya pada bidang welding dan material, serta peningkatan kesadaran kualitas kerja untuk mencapai standar zero accident dan high quality. Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti pelatihan keselamatan tingkat lanjut yang mencakup aspek machine safety, energy isolation, serta accident prevention dalam budaya kerja industri Jepang, termasuk pembiasaan pengisian check sheet harian sebagai bagian dari kontrol kualitas.
Dari sisi fasilitas, mahasiswa akan tinggal di asrama yang berlokasi di Kota Kitsuki, Prefektur Oita, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit menuju lokasi kerja di Bungotakada. Transportasi dari asrama ke tempat kerja akan difasilitasi oleh perusahaan secara gratis. Lingkungan sekitar asrama juga cukup lengkap dengan keberadaan convenience store, supermarket, restoran, apotek, serta fasilitas umum lainnya. Fasilitas dasar seperti lampu ruangan, gorden, dan AC disediakan secara gratis, sementara beberapa peralatan tambahan seperti kulkas, mesin cuci, microwave, sepeda, dan perlengkapan tidur dapat disewa dengan biaya yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp650.000 hingga Rp700.000 per bulan tergantung kebutuhan.
Berdasarkan timeline sementara, program ini akan dimulai dengan tahapan sosialisasi dan seleksi kandidat pada bulan April hingga Mei, dilanjutkan dengan proses wawancara bersama pihak Jepang pada bulan Juni hingga Juli. Tahapan berikutnya adalah pengurusan dokumen dan pelatihan bahasa Jepang yang akan berlangsung hingga Agustus, sebelum akhirnya peserta dijadwalkan berangkat ke Jepang pada bulan September 2026 dan mulai penempatan kerja pada bulan Oktober.
Dalam pelaksanaan program ini, Techno Smile Co., Ltd. juga menunjuk alumni Universitas Diponegoro, yaitu Ibu Octavia dan Bapak Zaki Muliawan, sebagai pendamping sekaligus penghubung antara pihak industri Jepang dan Sekolah Vokasi UNDIP. Peran keduanya diharapkan dapat memperlancar koordinasi, komunikasi, serta memastikan implementasi program berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari upaya Voca Migrant Corner dalam menghadirkan sistem layanan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada penempatan kerja ke luar negeri, tetapi juga memastikan kesiapan menyeluruh mahasiswa, baik dari sisi kompetensi teknis, kemampuan bahasa, maupun pemahaman budaya kerja internasional. Melalui program ini, mahasiswa vokasi UNDIP diharapkan dapat memperoleh pengalaman kerja global yang berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program ini diharapkan segera berkoordinasi dengan Ketua Program Studi masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait persyaratan dan tahapan seleksi. Informasi terkini mengenai program ini juga akan terus diperbarui melalui website resmi Voca Migrant Corner di https://vocamigrant.com
.
“Dari kampus, ke dunia, kembali membangun Indonesia—Voca Migrant Corner menjadi jembatan bagi generasi vokasi menuju karir global yang profesional dan berdaya saing.”
Dalam pertemuan tersebut, Sekolah Vokasi UNDIP diwakili oleh Dekan Sekolah Vokasi, didampingi oleh Koordinator Voca Migrant Corner (VMC), Riandhita Eri Werdani, serta sejumlah Ketua Program Studi yang memiliki potensi keterlibatan dalam program ini, yaitu Rekayasa Perancangan Mekanik, Teknologi Rekayasa Industri, Teknik Rekayasa Otomasi, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, serta Manajemen dan Administrasi Logistik. Sementara itu, dari pihak Jepang hadir perwakilan Techno Smile dan mitra industri, yaitu Naoki Nonoyama, Kajikuri, dan Yui Matsumoto, yang memberikan penjelasan langsung mengenai kebutuhan industri dan skema pelaksanaan program magang di Jepang.
Program magang ini direncanakan akan dilaksanakan di perusahaan manufaktur otomotif H-One Co., Ltd., yang berlokasi di Bungotakada, Prefektur Oita, Pulau Kyushu, Jepang. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen komponen penting rangka kendaraan yang digunakan oleh industri otomotif besar seperti Daihatsu. Dalam program ini, mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai bidang pekerjaan, antara lain pengelasan (welding), assembling, serta inspeksi kualitas, yang seluruhnya menuntut ketelitian tinggi, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang ketat.
Sebagai bagian dari persiapan, mahasiswa yang terpilih akan mengikuti pelatihan intensif sebelum keberangkatan. Pelatihan tersebut mencakup dua tahap utama, yaitu pelatihan onboarding industri yang berfokus pada keselamatan kerja sebagai prioritas utama, penguatan keterampilan teknis dasar khususnya pada bidang welding dan material, serta peningkatan kesadaran kualitas kerja untuk mencapai standar zero accident dan high quality. Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti pelatihan keselamatan tingkat lanjut yang mencakup aspek machine safety, energy isolation, serta accident prevention dalam budaya kerja industri Jepang, termasuk pembiasaan pengisian check sheet harian sebagai bagian dari kontrol kualitas.
Dari sisi fasilitas, mahasiswa akan tinggal di asrama yang berlokasi di Kota Kitsuki, Prefektur Oita, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit menuju lokasi kerja di Bungotakada. Transportasi dari asrama ke tempat kerja akan difasilitasi oleh perusahaan secara gratis. Lingkungan sekitar asrama juga cukup lengkap dengan keberadaan convenience store, supermarket, restoran, apotek, serta fasilitas umum lainnya. Fasilitas dasar seperti lampu ruangan, gorden, dan AC disediakan secara gratis, sementara beberapa peralatan tambahan seperti kulkas, mesin cuci, microwave, sepeda, dan perlengkapan tidur dapat disewa dengan biaya yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp650.000 hingga Rp700.000 per bulan tergantung kebutuhan.
Berdasarkan timeline sementara, program ini akan dimulai dengan tahapan sosialisasi dan seleksi kandidat pada bulan April hingga Mei, dilanjutkan dengan proses wawancara bersama pihak Jepang pada bulan Juni hingga Juli. Tahapan berikutnya adalah pengurusan dokumen dan pelatihan bahasa Jepang yang akan berlangsung hingga Agustus, sebelum akhirnya peserta dijadwalkan berangkat ke Jepang pada bulan September 2026 dan mulai penempatan kerja pada bulan Oktober.
Dalam pelaksanaan program ini, Techno Smile Co., Ltd. juga menunjuk alumni Universitas Diponegoro, yaitu Ibu Octavia dan Bapak Zaki Muliawan, sebagai pendamping sekaligus penghubung antara pihak industri Jepang dan Sekolah Vokasi UNDIP. Peran keduanya diharapkan dapat memperlancar koordinasi, komunikasi, serta memastikan implementasi program berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari upaya Voca Migrant Corner dalam menghadirkan sistem layanan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada penempatan kerja ke luar negeri, tetapi juga memastikan kesiapan menyeluruh mahasiswa, baik dari sisi kompetensi teknis, kemampuan bahasa, maupun pemahaman budaya kerja internasional. Melalui program ini, mahasiswa vokasi UNDIP diharapkan dapat memperoleh pengalaman kerja global yang berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program ini diharapkan segera berkoordinasi dengan Ketua Program Studi masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait persyaratan dan tahapan seleksi. Informasi terkini mengenai program ini juga akan terus diperbarui melalui website resmi Voca Migrant Corner di https://vocamigrant.com
.
“Dari kampus, ke dunia, kembali membangun Indonesia—Voca Migrant Corner menjadi jembatan bagi generasi vokasi menuju karir global yang profesional dan berdaya saing.”