Semarang – Voca Migrant Corner (VMC) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro terus menunjukkan perannya sebagai jembatan karir global bagi mahasiswa dan alumni. Salah satu bukti nyata hadir dari alumni Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Nurul Hadi Sofyan, yang berhasil meniti karier di Jepang pada bidang Manajemen Konstruksi.
Keberhasilan ini menjadi representasi nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi tidak hanya siap kerja di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, khususnya pada sektor konstruksi yang menuntut ketelitian tinggi, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi dan budaya kerja internasional.
Dalam pekerjaannya di Jepang, Nurul Hadi Sofyan berperan dalam pengawasan proyek, pengendalian mutu, manajemen waktu, serta koordinasi antar pihak dalam proyek konstruksi. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung terhadap standar konstruksi internasional yang dikenal sangat ketat dan presisi. Menurutnya, fondasi yang diperoleh selama kuliah di Sekolah Vokasi Undip menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
“Saya dibekali tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang sangat aplikatif. Hal ini sangat membantu saya beradaptasi dengan sistem kerja di Jepang yang mengutamakan kualitas, disiplin, dan efisiensi,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keberanian untuk mengambil peluang global serta kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting dalam meraih karier internasional.
Ketua Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Asri Nurdiana, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti keberhasilan pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan bahasa asing, kesiapan kerja, serta pemahaman standar industri global,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Voca Migrant Corner (VMC) hadir sebagai platform terintegrasi yang tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja luar negeri, tetapi juga memfasilitasi penyiapan kompetensi, pelatihan bahasa, sertifikasi, hingga pendampingan karir internasional. VMC juga berperan dalam menjembatani mahasiswa sejak tahap magang internasional hingga siap bekerja di luar negeri secara profesional.
Kisah sukses ini menjadi inspirasi sekaligus penguatan bahwa ekosistem yang dibangun melalui VMC mampu menciptakan pipeline karir global bagi mahasiswa vokasi—dimulai dari kampus, berkembang di luar negeri, dan pada akhirnya kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia.
✨ Penutup
“Dari kampus, ke dunia, kembali membangun Indonesia—Voca Migrant Corner menjadi jembatan bagi generasi vokasi menuju karir global yang profesional dan berdaya saing.”
Keberhasilan ini menjadi representasi nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi tidak hanya siap kerja di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, khususnya pada sektor konstruksi yang menuntut ketelitian tinggi, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi dan budaya kerja internasional.
Dalam pekerjaannya di Jepang, Nurul Hadi Sofyan berperan dalam pengawasan proyek, pengendalian mutu, manajemen waktu, serta koordinasi antar pihak dalam proyek konstruksi. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung terhadap standar konstruksi internasional yang dikenal sangat ketat dan presisi. Menurutnya, fondasi yang diperoleh selama kuliah di Sekolah Vokasi Undip menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
“Saya dibekali tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang sangat aplikatif. Hal ini sangat membantu saya beradaptasi dengan sistem kerja di Jepang yang mengutamakan kualitas, disiplin, dan efisiensi,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keberanian untuk mengambil peluang global serta kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting dalam meraih karier internasional.
Ketua Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Asri Nurdiana, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti keberhasilan pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan bahasa asing, kesiapan kerja, serta pemahaman standar industri global,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Voca Migrant Corner (VMC) hadir sebagai platform terintegrasi yang tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja luar negeri, tetapi juga memfasilitasi penyiapan kompetensi, pelatihan bahasa, sertifikasi, hingga pendampingan karir internasional. VMC juga berperan dalam menjembatani mahasiswa sejak tahap magang internasional hingga siap bekerja di luar negeri secara profesional.
Kisah sukses ini menjadi inspirasi sekaligus penguatan bahwa ekosistem yang dibangun melalui VMC mampu menciptakan pipeline karir global bagi mahasiswa vokasi—dimulai dari kampus, berkembang di luar negeri, dan pada akhirnya kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia.
✨ Penutup
“Dari kampus, ke dunia, kembali membangun Indonesia—Voca Migrant Corner menjadi jembatan bagi generasi vokasi menuju karir global yang profesional dan berdaya saing.”